by. Alimin Samawa
Gempa 7 SR, yang memporak- porandakan Lombok Utara pada 5 Agustus lalu menyisakan pedih yang sangat dalam. Tidak ada rumah yang luput dari duka. Semua menyecap perih.
Termasuk keluarga pasangan muda, Pak Mustiadi (33) dan Bu Yuni (27)
Senin malam, sholat Isya' belumlah usai tertunai. Tiba-tiba seluruh rumah di dusun Pandanan, Desa Malaka, Pemenang, Lombok Utara bergetar dan berguncang kuat.
Rumah mungil milik pak Mustiadipun berguncang.
Pak Mustiadi tak ada di tempat. Dia sedang membantu pengungsi di daerah Bayan, Lombok Utara yang luluh diguncang gempa tanggal 29 Juli silam.
Yuni hanya bersama anak pertamanya, Zaki (21 bulan). Bayinya, Firdaus (belum berusia dua pekan) sedang tidur dalam ayunan.
Yuni menghambur ke dalam rumah. Ia berhasil menggendong Firdaus.
Lampu saat itu padam. Tanpa penerangan, saat berlari keluar, Yuni tersandung. Bayi Firdaus terlempar dari gendongan bersamaan dengan potongan kayu rumah menghantam tubuh Ibu muda itu.
Rumah ambruk seluruhnya.
![]() |
| Firdaus di RSUP |
Kematian begitu dekat. Namun Yuni dan dua anaknya berhasil selamat.
Setelah terjatuh, Yuni lari ke bebukitan dekat tempat tinggal mereka. Isu tsunami begitu mengerikan malam itu.
Dalam proses melarikan diri, Firdaus sempat kejang.
Siapa yang bersedia saling menolong malam itu? Suami sedang menjadi relawan.
“Kami, sama-sama panik. Sama-sama takut!” cerita Yuni sambil terisak.
Entah terkena benda apa, kepala Firdaus benjol. Karena belum ada layanan kesehatan, dua pekan Firdaus hanya dirawat sendiri dalam tenda.
Tenda itu tidak layak huni karena bersisian dengan kandang sapi.
Dua pekan di pengungsian, Yuni dan dua anaknya diungsikan ke Lombok Tengah oleh suaminya. Saat ini, Pak Mustiadi dibangunkan hunian sementara oleh relawan PKS dari Provinsi Riau.
Firdaus yang sakit kemudian dibawa ke RSUD Praya pada Senin, 27 Agustus 2018.
Setelah menjalani perawatan empat hari, Firdaus dirujuk ke RSUP NTB. Kondisi RSUP juga belum normal karena melayani pasien dalam tenda-tenda darurat.
Saat ini Firdaus sedang dirawat intensif di RSUP NTB. Ia divonis Meningitis.
Yuni terpukul. Dua bayi yang dulu bersama mereka di tenda darurat yang bersisian dengan kandang sapi juga divonis meningitis. Keduanya sedang koma.
(Alimin)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar