Lalu kemudian kita mendengar kabar
tentang Afghanistan dan Irak yang diobrak-abrik bangunan dan penduduknya
serta dirampok ladang-ladang minyaknya oleh pasukan bengis dan super
bejad Amerika dan sekutunya. Tidak sampai disitu, bahkan kemudian Mesir,
Tunisia, dan Libya menjadi ladang bisnis senjata bagi negara-negara
kapitalis untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Berlanjut kemudian
ke Suriah yang kini masih terasa aromanya, dimana negaranya kini di
jadikan ajang uji coba kekuatan sekaligus cari duit (jual senjata)
bandit-bandit Amerika dan sekutunya (dengan mendukung kaum pemberontak)
dan Rusia, China, Iran, dan kroni-kroninya (dengan mendukung
pemerintah). Belum lagi masalah Somalia yang hingga kini di dera
perpecahan dan kelaparan. Kemudian, Muslim Pathani di Thailand yang
dibantai oleh pemerintah (saya punya foto-foto kebiadaban pemerintahan
Thailand yang membantai).
Lalu muslim Moro di Philipina, muslim di
negara-negara Eropa yang masih di diskriminasi sedemikian rupa. Sampai
kemudian, tercium juga sekalipun ini sudah terjadi begitu lama, yakni
kaum Muslim Rohingya di Myarmar alias Burma.
Berikut ini artikel yang saya ambil dari salam-online.com
BURMA (salam-online.com): Seorang
aktivis Muslim Burma (Myanmar) melaporkan bahwa perhitungan awal
terhadap korban pembantaian etnis yang dilakukan oleh kelompok ekstrem
Budha Burma menunjukkan sedikitnya 250 Muslim Burma gugur, 500 Muslim
terluka parah, dan 300 Muslim diculik.
Aktivis Muslim Burma, Muhammad Nashr,
dalam wawancara dengan stasiun TV Al-Arabiya via telepon pada Jum’at
(29/6/2012) menyebutkan milisi ekstrim Budha Burma, Magh, membakar lebih
dari 20 desa Muslim dan 1600 rumah umat Islam. Ribuan kaum Muslimin
terpaksa meninggalkan desa-desa mereka untuk menyelamatkan diri.
Aparat keamanan Burma sendiri mendiamkan
saja pembantaian etnis mayoritas Budha terhadap etnis minoritas Muslim
tersebut. Padahal pembakaran, pembantaian dan penculikan etnis Budha
Burma terhadap etnis Muslim Rohingya telah mendapat liputan media massa
internasional selama dua pekan terakhir ini.
Nashr melaporkan bahwa penduduk etnis
Muslim Rohingya dipaksa untuk melarikan diri dari ladang pembantaian di
Burma. Mereka terpaksa mengungsi ke negara tetangga, Bangladesh, dengan
pelayaran perahu-perahu tradisional. Jumlah pengungsi Muslim Rohingya di
Bangladesh telah mencapai lebih dari 300 ribu jiwa.
Jumlah kematian Muslim di Arakan capai 6000 jiwa
Sebelumnya diberitakan, jumlah Muslim
yang gugur di Arakan mencapai 6000 jiwa. Kebiadaban tersebut dilakukan
oleh ekstrimis Buddha dan pasukan gabungan tentara Burma. Ribuan jiwa
Muslim tak bersalah telah gugur (syahid insya Allah) dalam kekerasan
yang memuncak akhir-akhir ini.
Berdasarkan laporan dari forum Ansar
Al-Mujahidin, para saksi mata dari keluarga korban yang terus
berkomunikasi melalui telepon, memperkirakan bahwa jumlah kematian
Muslim di Arakan dapat mencapai 6000 jiwa hingga saat ini (innaalillahi
wa inna ilaihi rooji’uun). Memang, diakui, sementara ini belum ada media
yang dapat merinci jumlah spesifik korban, mengingat media-media saat
ini hanya menerima laporan dari warga Rohingya di Arakan yang selamat
dan masih bisa berkomunikasi.
Menurut saksi, jumlah-jumlah yang selama
ini dinyatakan hanya mewakili bahwa benar-benar terjadi pembantaian
brutal terhadap Muslim di Arakan. Selain itu dikatakan bahwa para
ekstrimis Buddha telah membunuh ratusan orang Rohingya kemudian
melemparkan jasad mereka ke teluk Bengal. Untuk menyembunyikan fakta dan
menyebarkan propaganda busuk, para penganut Buddha etnis Rakhine itu
menempatkan pakaian-pakaian yang biasa dikenakan warga Buddha kepada
Muslim yang meninggal dan mengklaim bahwa mereka adalah jasad orang
Buddha yang menjadi korban. Pasukan gabungan Nasaka dan orang-orang
Buddha Rakhine juga menangkapi warga Rohingya dari desa-desa mereka yang
dapat memimpin penduduk Muslim. Kebanyakan pria dewasa atau para
pemuda, dibawa ke tempat yang tidak diketahui dan dikabarkan telah tewas
tak terlihat oleh penduduk setempat.
Lebih jauh lagi, karena kebanyakan yang
dibunuh adalah Muslim laki-laki, sehingga banyak Muslimah tinggal di
rumah mereka tanpa perlindungan dari laki-laki. Karena itu, banyak
Muslimah serta anak-anak yang melarikan diri menuju perbatasan
Bangladesh, namun ironisnya pasukan ‘keamanan’ perbatasan Bangladesh
mengirim kembali perahu-perahu mereka ke Myanmar, sehingga kaum musyrik
Buddha menenggelamkan perahu-perahu kaum Muslimin dan membunuh para
penumpangnya.
Sementara puluhan ribu Muslim Rohingya
di kota-kota di Arakan menderita kelaparan karena tidak ada pasokan
pangan yang cukup, juga karena toko-toko mereka telah dibakar habis.
Mereka juga menderita karena harus menjadi tunawisma.Rumah-rumah mereka
ludes terbakar. Mereka bertahan tinggal di tempat-tempat pengungsian
yang sangat buruk kondisinya.
Amat mendesak dan urgen! Muslim Myanmar
butuh kepedulian dari saudaranya di belahan bumi lain. Muslim Rohingya
sangat memerlukan uluran tangan, termasuk, setidaknya melakukan unjuk
rasa untuk menekan kedubes Burma/Myanmar di Jakarta. Ormas dan gerakan
Islam…Ayo bergerak serempak! Semoga Ramadhan ini ada sedikit kepedulian untuk Saudara kita di Rohingya....Allahummansur Ikhwani fi Rohingya....Amien
Tidak ada komentar:
Posting Komentar