Selasa, 29 Mei 2012

Untukmu Kader Dakwah


Cahaya Di Wajah Ummat

Alm. KH. RAHMAT ABDULLAH

Dalam satu kesatuan amal jama’i ada orang yang mendapatkan nilai tinggi karena ia betul-betul sesuai dengan tuntutan dan adab amal jama’i. Kejujuran, kesuburan, kejernihan dan kehangatan ukhuwahnya betul-betul terasa. Keberadaannya menggairahkan dan menenteramkan. Namun perlu diingat, walaupun telah bekerja dalam jaringan amal jama’i, namun pertanggungjawaban amal kita akan dilakukan di hadapan Allah SWT secara sendiri-sendiri.

Karenanya jangan ada kader yang mengandalkan kumpulan-kumpulan besar tanpa beru-saha meningkatkan kualitas dirinya. Ingat suatu pesan Rasulullah SAW: Man abtha-a bihi amaluhu lam yusri’ bihi nasabuhu (Siapa yang lamban beramal tidak akan dipercepat oleh nasabnya ).

Makna tarbiah itu sendiri adalah mengharuskan seseorang lebih berdaya, bukan terus-menerus menempel dan tergantung pada orang lain. Meskipun kebersamaan itu merupakan sesuatu yang baik tapi ada saatnya kita tidak dapat bersama, demikian sunahnya. Sebab kalau mau, para sahabat Rasulullah SAW bisa saja menetap dan wafat di Madinah, atau terus menerus tinggal ber-mulazamah tinggal di masjidil Haram yang nilainya sekian ra-tus ribu atau di Masjid Nabawi yang pahalanya sekian ribu kali. Tapi mengapa makam para Sahabat tidak banyak berada di Baqi atau di Ma’la. Tetapi makam mereka banyak bertebaran jauh, beribu-ribu mil dari negeri mereka.

Sesungguhnya mereka mengutamakan adanya makna diri mereka sebagai perwujudan firman-Nya: Wal takum minkum ummatuy yad’una ilal khoir. Atau dalam firman-Nya: Kuntum khoiro ummati ukhrijat linnasi (Kamu adalah sebaik-baiknya ummat yang di-tampilkan untuk ummat manusia. Qs. 3;110). Ummat yang terbaik bukan untuk disem-bunyikan tapi untuk ditampilkan kepada seluruh ummat manusia. Inilah sesuatu yang sangat perlu kita jaga dan perhatikan. Kita semua beramal tapi tidak larut dalam kesendirian. Hendaklah ketika sendiri kita selalu mendapat cahaya dan menjadi cahaya yang menyinari lingkungan sekitarnya.

Jangan ada lagi kader yang mengatakan, saya jadi buruk begini karena lingkungan. Mengapa tidak berkata sebaliknya, karena lingkungan seperti itu, saya harus mempenga-ruhi lingkungan itu dengan pengaruh yang ada pada diri saya. Seharusnya dimanapun dia berada ia harus berusaha membuat kawasan-kawasan kebaikan, kawasan cahaya, kawas-an ilmu, kawasan akhlak, kawasan taqwa, kawasan al-haq, setelah kawasan-kawasan tadi menjadi sempit dan gelap oleh kawasan-kawasan jahiliyah, kezaliman, kebodohan dan hawa nafsu. Demikianlah ciri kader PK, dimanapun dia berada terus menerus memberi makna kehidupan. Seperti sejarah da’wah ini, tumbuh dari seorang, dua orang kemudian menjadi beribu-ribu atau berjuta-juta orang.

Sangat indah ungkapan Imam Syahid Hasan Al Banna, "Antum ruhun jadidah tarsi fi ja-sadil ummah". Kamu adalah ruh baru, kamu adalah jiwa baru yang mengalir di tubuh ummat, yang menghidupkan tubuh yang mati itu dengan Al-Qur’an.

Jangan ada sesudah ini, kader yang hanya mengandalkan kerumunan besar untuk mera-sakan eksistensi dirinya. Tapi, dimanapun dia berada ia tetap merasakan sebagai hamba Allah SWT, ia harus memiliki kesadaran untuk menjaga dirinya dan taqwanya kepada Allah SWT, baik dalam keadaan sendiri maupun dalam keadaan terlihat orang. Kemana-pun pergi, ia tak merasa kesunyian, tersudut atau terasing, karena Allah senantiasa ber-samanya. Bahkan ia dapatkan kebersamaan rasul-Nya, ummat dan alam semesta senanti-asa.

Kehebatan Namrud bagi Nabi Ibrahim AS tidak ada artinya, tidaklah sendirian. ALLAH bersamanya dan alam semesta selalu bersamanya. Api yang berkobar-kobar yang dinya-lakan Namrud untuk membinasakan dirinya, ternyata satu korps dengannya dalam menu-naikan tugas pengabdian kepada ALLAH. Alih-alih dari menghanguskannya, justeru ma-lah menjadi "bardan wa salaman" (penyejuk dan penyelamat). Karena itu, kader sejati yakin bahwa Allah SWT akan senantiasa membuka jalan bagi pejuang Da’wah sesuai dengan janji-Nya, In tansurullah yansurukum wayu sabit akdamakum (Jika kamu meno-long Allah, Ia pasti akan menolongmu dan mengokohkan langkah kamu)

Semoga para kader senantiasa mendapatkan perlindungan dan bimbingan dari Allah SWT ditengah derasnya arus dan badai perusakan ummat. Kita harus yakin sepenuhnya akan pertolongan Allah SWT dan bukan yakin dan percaya pada diri sendiri. Masukkan diri kedalam benteng-benteng kekuatan usrah atau halaqah tempat Junud Da’wah melingkar dalam suatu benteng perlindungan, menghimpun bekal dan amunisi untuk terjun ke arena pertarungan Haq dan bathil yang berat dan menuntut pengorbanan.

Disanalah kita mentarbiah diri sendiri dan generasi mendatang. Inilah sebagian pelipur kesedihan ummat yang berkepanjangan, dengan munculnya generasi baru. Generasi yang siap memikul beban da’wah dan menegakan Islam. Inilah harapan baru bagi masa depan yang lebih gemilang, dibawah naungan Alqur-an dan cahaya Islam rahmatan lil alamin. []

[pks.or.id]

Cerpen : Annisa

ANISA
Alimin Samawa

Prolog:

20 tahun silam.
“Tolong lah dok, masa iya saya tidak lulus. Bukankah kemarin saya sudah dinyatakan lulus ujian dan dijanjikan hari ini kelulusan diumumkan”
Satu dan hanya satu-satunya calon mahasiswi dokter kandungan menangis pilu, dengan jilbab tidak karuan. Ia mengiba agar para penguji bisa meluluskannya, demi sebuah cita-cita dan keinginan yang besar. Rupanya konspirasi besar para calon dokter kandungan yang siap lulus membuat satu-satunya calon mahasiswi itu tidak lulus. Satu alasan, perempuan tidak akan diterima di jurusan yang sudah turun temurun meluluskan dokter kandungan dari kaum adam, padahal pekerjaan mereka setiap praktiknya adalah ‘menyingkap’ aurat kaum wanita. Prempuan tadi berurai air mata, menangis pilu meninggalkan kampus suram yang tak mengijinkannya menyulam mimpi dan cita-cita besar orang tuanya.
“kalian semua tak akan mendapatkan kebahagiaan, seperti apa yang kalian lakukan padaku!” pekik serupa kutukan gadis itu  menusuk seluruh sendi, nadi yang mendengarnya kala itu. Tapi tak satupun dari mereka yang acuh, hanya bersungut dan memendam amarah. Marah karena apa?

Senin, 21 Mei 2012

Ku Ingin Tua Bersama Mu


By. Alimin Samawa 
                                      inspirasi  dari Amaq Muli, Petugas Gerobak Sampah Yang bisa Umroh ke Tanah Suci

Kuingin hidup dan tua bersamamu. 
Karena Ku telah memilihmu tuk mengisi relung jiwa.
Tak cukup kata cinta menghiasi, namun harus ada syukur 
yang tetap membersamai. 
Agar tetap Sakinah Bersamamu.

Kau tahu? Cinta itu bukanlah mencari pasangan yang sempurna, 
tapi menerima pasangan dengan sempurna. 
Dan begitulah cintaku untukmu. 

Ku tak menghadiahimu liontin bertahta permata, 
berhiaskan batu zamrud, atau saphire, atau....

Gerobak berisikan tumpukan remah dan sisa-sisa
dari rumah mewah itu telah menjadi hadiah istimewa, 
penyambung hidupku dan hidupmu.

Saban hari, kau tak lelah membersamai. 
Padahal Jenak-jenak hidup yang seolah enggan berbagi suka, 
terus saja kau reguk. 
Kau tetap menggurat senyum untukku.

Sepuhan caya bola raksasa itu, 
melegamkan warna elok parasmu. 
Kini kau tak lagi cantik, 
namun kau tetap menarik 
dan akan terus menarik di mataku. 

Kau hadiahi kehidupan ini, 
dengan buah hati 
yang tak menduplikat lakon hidup kita.

Kuingin kau tahu, 
kukan tetap bersamamu,
hingga tuaku. 
Hingga nanti surga itu menanti ku dan dirimu.

Jumat, 18 Mei 2012

Negeri Ali Muakhir: [Info Lomba] Nulis Novel Berhadiah 30 Juta Lebih

Negeri Ali Muakhir: [Info Lomba] Nulis Novel Berhadiah 30 Juta Lebih: [Info Lomba] Nulis Novel Dewan Kesenian Jakarta Dewan Kesenian Jakarta kembali mengumumkan lomba menulis novel dengan total hadiah R...

Tanpa TV Anak Berfikir Lebih Luas

Fauzil Adhim: Tanpa TV Anak Berfikir Lebih Luas

Fauzil Adhim

Pengaruh televisi dalam keluarga Indonesia tampaknya sudah demikian kuat menyatu dengan keseharian masyarakat. Data Bank Dunia tahun 2004 menunjukkan, ada 65 persen lebih rumah tangga pemilik televisi di Indonesia. Bentuk media audio visual yang menarik dan lengkap dari si ”tabung ajaib” menjadikan ia lebih digandrungi dibandingkan dengan produk budaya lain, seperti buku. Hiburan yang disajikan mampu menarik mayoritas penduduk menekuni tayangan televisi dalam kegiatannya sehari-hari. Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2006, lebih tiga perempat (86 persen) dari seluruh penduduk usia 10 tahun ke atas di Indonesia memiliki aktivitas rutin mengikuti acara televisi dalam seminggu. Tapi jumlah itu  tak termasuk Mohammad Fauzil Adhim (38), pria yang namanya melejit lewat bukunya “Kupinang Engkau dengan Hamdalah” (1977) justru tak memiliki TV.  Mungkin akan terasa janggal bagi semua orang. Bagaimana cara dia menjelaskan pada anak tanpa hiburan TV di rumah?  Berikut petikannya wawancara dengan laki-laki kelahiran Mojokerto, Jawa Timur pada 29 Desember l972 ini.

Selasa, 15 Mei 2012

Lomba Menulis Artikel 2012

Yamaha Writing Competition 2012

1
Yamaha Writing Competition diadakan oleh Yamaha, kompetisi ini berbasis Search Engine Optimization (SEO).
yamaha info lomba
Total hadiah 18 Juta Rupiah akan diberikan kepada tiga pemenang yang memiliki kualitas artikel terbaik dan tentunya memasukkan kata kunci “Motor matic injeksi irit harga murah” di dalam artikel.

Selasa, 08 Mei 2012

TIPS MENULIS, AYO MENULIS

Tips Menulis Novel ala Tere Liye


Darwis Tere Liye, siapa yang nggak kenal novelis satu ini? Kiprahnya di dunia menulis patut diacungi jempol. Betapa tidak, ia telah menggarap banyak judul novel, di antaranya: Semoga Bunda Disayang Allah (2007), Hafalan Sholat Delisa (2007), Bidadari-bidadari Surga (2008), Rembulan Tenggelam di Wajahmu (2009) dan Pukat (2010).
Novel “Hafalan Sholat Delisa” mengangkat kisah keluarga Delisa yang selamat dari bencana tsunami Aceh. Karyanya itu kini telah difilmkan dan diputar serentak di bioskop-bioskop Indonesia pada 22 Desember 2011 lalu.
Dalam rangka peluncuran dan diskusi novel “Marwah di Ujung Bara” karya Rh. Fitriadi di gedung AAC Dayan Dawood, Unsyiah, Minggu (8/1/2012) pagi, Tere Liye berkesempatan hadir menjadi salah seorang pemateri dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh itu.
Pria berdarah Palembang tersebut juga menjadi pemateri tunggal dalam workshop menulis yang digelar setelah acara launching dan diskusi novel “Marwah di ujung Bara”. Dalam workshop tersebut, ia menjelaskan beberapa poin penting dalam menulis sebuah novel, sebagaimana yang dirangkum dalam ringkasan di bawah ini:

Sayang Anakmu

”Papa, kembalikan tangan Ita…..“


Sebuah kisah untuk dijadikan pengalaman dan pengajaran……Sebagai ibu kita patut juga menghalangi perbuatan suami memukul. Khususnya pada anak-anak yang masih kecil dan tak tahu apa-apa.

Begini kisah nyatanya:
Sepasang suami isteri seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak untuk diasuh pembantu rumah ketika mereka bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga setengah tahun. Sendirian di rumah, dia sering dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja.

Negara Muslim Terbesar di Dunia

10 Negara Populasi Muslim Terbanyak di Dunia

Taukah Anda, negara yang memiliki populasi muslim paling banyak di dunia??  Berikut ini 10 negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia lengkap dengan jumlah populasi nya
1. Indonesia : 182,570,000 orang




Indonesia merupakan negara Muslim terbesar di seluruh dunia. Meskipun 88% penduduknya beragama Islam, Indonesia bukanlah negara Islam. Muslim di Indonesia juga dikenal dengan sifatnya yang moderat dan toleran. Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri.
Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.

Selasa, 01 Mei 2012

Tentang Pendidikan Indonesia Bangun Generasi Emas Indonesia

Tulisan by : Alimin Samawa


Ki Hajar Dewantoro memberikan pemaknaan tentang pendidikan yaitu segala upaya memajukan budi pekerti berupa kekuatan batin dan karakter, pikiran berupa intelektualitasa  dan tubuh(fisik) anak  dalam rangka memajukan kehidupan mereka selaras dengan dunianya”

Memperingati hari pendidikan nasional tanggal 2 Mei  hari ini. Tak banyak kisah indah yang tertoreh, atau setidaknya membuat hati lega. Pasalnya, keberhasilan pendidikan yang diukur dengan UN tersebut masih banyak cacat dan catatan yang harus disempurnakan. Tak hendak menghakimi kegagalan UN, namun ketidak mampuan elemen terkait untuk membuat semacam formulasi khusus bagi kemajuan pendidikan di negeri ini. Lihat saja, bagaimana kurikulum pendidikan di negeri ini berubah dan terus diubah. Deretan kurikulum CBSA, KBK, KTSP, dll. Metode ujian yang disempurnakan, system pengawas yang diperbarukan. Tak membuat wajah pendidikan kemudian menjadi lebih baik. Bahkan  semakin memburuk.

Lomba Berhadiah Laptop dan Uang Tunai


Lomba Mengarang dan Menggambar
Tupperware childrend Helping Children 2012





Bantulah Teman-temanmu!
Ikuti lomba mengarang dan menggambar
Dengan mengirimkan karyamu (mengarang atau menggambar), berarti kamu telah menolong teman-temanmu yang kurang beruntung untuk bisa sekolah lagi. Setiap 1 karya yang kamu kirimkan, Tupperware Indonesia akan menyumbangkan Rp 10.000,- atas nama kamu ke program Tupperware Children’s Fund.  Kamu juga boleh mengirimkan lebih dari satu karya.  Jadi, semakin banyak kamu berkarya, semakin banyak juga teman-teman yang akan kamu tolong dan bisa sekolah lagi.