Rabu, 25 Juli 2012

Ayo Bantu Muslim Rohingya

Apa Kabar Muslim Rohingya?

Sahabat, mungkin banyak fakta yang belum kita ketahui tentang berbagai ketidakadilan yang dialami kaum Muslimin di berbagai negara. Dulu, kita tahu betapa menakutkannya pembantaian yang dilakukan serbia laknatullah ‘alaihi kepada kaum Muslim Bosnia. Kemudian, kita juga pernah mendengar bagaimana kaum muslim di Checnya dibantai habis-habisan. Lalu tentang kaum muslimin di Palestine yang sejak 1946 hingga detik ini tanahnya dirampok, masyarakatnya dibantai habis-habisan oleh bandit-bandit Yahudi yang menamakan diri bangsa israel.
Lalu kemudian kita mendengar kabar tentang Afghanistan dan Irak yang diobrak-abrik bangunan dan penduduknya serta dirampok ladang-ladang minyaknya oleh pasukan bengis dan super bejad Amerika dan sekutunya. Tidak sampai disitu, bahkan kemudian Mesir, Tunisia, dan Libya menjadi ladang bisnis senjata bagi negara-negara kapitalis untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Berlanjut kemudian ke Suriah yang kini masih terasa aromanya, dimana negaranya kini di jadikan ajang uji coba kekuatan sekaligus cari duit (jual senjata) bandit-bandit Amerika dan sekutunya (dengan mendukung kaum pemberontak) dan Rusia, China, Iran, dan kroni-kroninya (dengan mendukung pemerintah). Belum lagi masalah Somalia yang hingga kini di dera perpecahan dan kelaparan. Kemudian, Muslim Pathani di Thailand yang dibantai oleh pemerintah (saya punya foto-foto kebiadaban pemerintahan Thailand yang membantai).
Lalu muslim Moro di Philipina, muslim di negara-negara Eropa yang masih di diskriminasi sedemikian rupa. Sampai kemudian, tercium juga sekalipun ini sudah terjadi begitu lama, yakni kaum Muslim Rohingya di Myarmar alias Burma.

Selasa, 03 Juli 2012

MY PORTER : Cerpen dari Rinjani Expedition.


My Porter
by. Alimin
 
SINOPSIS
Udin berutang janji, janji yang ia nazarkan sendiri. Janji yang harus ditunaikan, yaitu menjadi seorang Porter. Mengikut jejak Sang Maestro Porter, yang tak lain adalah Amaqnya. Beberapa kali seleksi menjadi Porter ia jalani. Namun malang, tubuhnya yang mini menyebabkan ia ditolak berkali-kali. Hampir putus asa, hingga titah sang Bunda memintanya untuk mencoba sekali lagi. Demi impian besarnya, agar bisa meneruskan kuliah. Udin akhirnya mengumpulkan rupiah demi rupiah dari hasil menjadi porter untuk turis yang melancong ke puncak gunung Rinjani. Mengejar Impian tak semulus harapan. Aral rintang pasti mengonak duri. Inilah Udin dan perjalanannya mengejar impian  menjadi porter, tuk  melunas janji, janji sang Porter.